Jumat, 29 April 2011

DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Perdagangan Internasional adalah kegiatan tukar menukar atau trasaksi jual beli barang atau jasa antara suatu negara dengan negara lain yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan negaranya danmencari keuntungan. Terjadinya perdagangan interbasional dikarenakan adanya perbedaan sumber daya yang ada pada setiap daerah, sperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, upah dan biaya produksi, dan harga barang. Dalam perdagangan internasional yang dilakukan adalah kegiatan ekspor dan impor. Barang-barang impor itu akan dibayar dengan devisa. Devisa itu merupakan alat pembayaran luar negeri. Tujuan kegunaan devisa antara lain untuk membiayai kegiatan perdagangan luar negeri, membayar barang-barang impor, membayar cicilan dan bunga pinjaman luar negeri, membiayai perjalanan dinas pejabat ke luar negeri, membiayai pemuda atau pelajar dan mahasiswa yang belajar diluar negeri atas nama negara, membayar jasa dari luar negeri (tenaga ahli), dan menyumbang dalam rangka kemanusiaan.
Setiap negara dalam melakukan perdagangan internasional akan mengalami dampak positif dan dampak negatif terhadap perekonomian negara itu sendiri. Sejauh mana pengaruh perekonomian negara tiap negara berbeda-beda.
Dampak positif dari perdagangan internasional antara lain :
  •  Kegiatan produksi dalam negeri menjadi meningkat secara kuantitas dan kualitas.
  •  Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
  •  Menambahkan devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor.
  • Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutamadalam bidang sektor industri dengan munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
  • Melalui impor, kebutuhan dalam negara dapat terpenuhi.
  • Memperluas lapangan kerja dan kesempatan masyarakat untuk berkeja.
  • Mempererat hubungan persaudaraan dan kerjasama antar negara.
Dampak negatif dari perdagangan internasional antara lain :
  • Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah dalam negeri yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
  •  Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
  •  Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
  •  Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.

11 komentar:

  1. terima kasih blognya
    membantu nie_
    lagi ada acara debat
    hehe
    doanya

    BalasHapus
  2. Makasih, buat ngerjain tugas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ada tiffa :p

      Makasih banyak blognya mbantu :))

      Hapus
  3. makasih udah bantu tugas sekolahku.......

    BalasHapus
  4. oke TY ini sangat membantu saya saat ulangan..

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus
  6. Terima kasih kakak, atas info artikelnya :)
    Dan Hbd untuk Sahabat saya :P

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas informasinya.

    BalasHapus
  8. terima kasih, bantu ngerjain tugas :D

    BalasHapus
  9. 1.1. Latar Belakang
    ”Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya.Tujuan utama dari pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan yang produktif. Hal ini tampaknya merupakan suatu kenyataan sederhana. Tetapi hal ini seringkali terlupakan oleh berbagai kesibukan jangka pendek untuk mengumpulkan harta dan uang.”
    Beberapa kalimat pembuka pada Human Development Report (HDR) pertama yang dipublikasikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 secara jelas menekankan pesan utama yang dikandung oleh setiap laporan pembangunan manusia baik di tingkat global, tingkat nasional maupun tingkat daerah, yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia, yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan, dan bukan sebagai alat bagi pembangunan.
    Berkaitan dengan HDR maka diharapkan maka diharapkan kebijakan pemerintah kabupaten pidie dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja kabupaten (APBK) harus menimbulkan dampak yang signifikan pada segi pembanguan manusia seperti pendidikan, kesehatan, dan Infrastruktur di kabupaten pidie. Penerimaan pendapatan yang bersumber dari Otsus, APBA, dan APBN yang relative lebih besar diterima pemerintah kabupaten pidie diharapkan mampu meningkatkan taraf pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang lebih baik serta dapat dirasakan oleh masyarakat.
    Pengelolaan APBK yang tercermin melalui alokasi pengeluaran publik seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terhadap pembangunan manusia di Kabupaten Pidie. Manfaat penelitian yang diharapkan adalah untuk mengetahui adanya keterkaitan antara pengeluaran pemerintah pada bidang sektor publik dalam APBK dengan tingkat pembangunan manusia di Kabupaten Pidie; untuk mengetahui komitmen pemerintah daerah di Kabupaten Pidie dalam proses pembangunan manusia yang tercermin melalui alokasi pengeluaran pembangunan melalui APBK sektor publik untuk masing-masing daerah di Kabupaten Pidie.
    Tercapainya tujuan pembangunan manusia yang tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sangat tergantung komitmen pemerintah sebagai penyedia sarana penunjang. Pembangunan tiga aspek yang menjadi fokus perhatian dalam penghitungan IPM tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan sinergi di antara ketiganya. Peran pemerintah sebagai penyusun kebijakan sangat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup melalui keterlibatan masyarakat dalam pembangunan (Anand, 1993). Pentingnya peran tersebut tidak terlepas dari tiga fungsi pemerintah, yaitu memelihara keamanan dan pertahanan dalam negeri, menyelenggarakan peradilan, dan menyediakan barang-barang yang tidak mampu disediakan oleh pihak swasta, seperti misalnya jalan, dam, dan sarana publik lainnya (Azril, 2000). Dalam perekonomian modern, peran peran pemerintah sebagaimana dikatakan Musgrave dikelompokkan menjadi tiga, yaitu peranan dalam alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
    Selama ini, IPM di di Kabupaten Pidie yang sudah mencapai 65,5 pada tahun 2012, jauh di atas rata-rata IPM Indonesia yang pada tahun sama hanya sebesar 69,6. Kabupaten Pidie menempati rangking 12 dari seluruh Kabupaten/ Kota di Aceh dalam bidang pembangunan manusia. Hal ini diperkuat oleh besaran IPM di Kota Banda Aceh yang selama ini menempati nilai yang baik dari seluruh kota/kabupaten di Indonesia dengan besaran 64,7.
    1.2. Perumusan Masalah
    1. Bagaimana pengaruh Pendapatan dan belanja daerah terhadap pembangunan di Kabupaten Pidie
    2. Bagaimana pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan Pembangunan Manusia di Kabupaten Pidie.
    3. Bagaimana pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap pertumbuhan Pembangunan Manusia di Kabupaten Pidie.

    BalasHapus