Jumat, 29 April 2011

KREATIVITAS DALAM KEHIDUPAN EKONOMI

Seperti yang kita ketahui bahwa permasalahan ekonomi paling utama yang dihadapi oleh manusia adalah adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang beraneka ragam dan tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang dimiliki sangatlah terbatas persediaannya, karena itu kita perlukan tindakan kreatif untuk dapat memecahkan masalah dan mengatasi persoalan ekonomi tersebut.
Kreativitas dalam kehidupan ekonomi adalah merupakan tindakan, gagasan, karya, atau produk-produk kreatif, baik berupa benda maupun gagasan dalam kehidupan berekonomi (produksi, distribusi, konsumsi). Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja, termaksud kita sebagai mahasiswa, bahkan harus dimulai sejak dini dibiasakan dan berlatih untuk bertindak kreatif.
Kreativitas dalam kehidupan ekonomi itu muncul bukan hanya karena dorongan dari dalam diri saja, melainkan perlu dengan situasi keadaan lingkungan yang memungkinkan kita merasa aman untuk berkarya, berimajinasi, dan mengambil prakarsa, dengan itu kita berani mengambil resiko. Untuk mendapatkannya kita perlu adanya dorongan dan sarana untuk latihan dengan baik di dalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Misalnya di sekolah kita membentuk kelompok kewirausahaan sebagai tempat praktek atau latihan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan siswa. Faktor utama pengembangan koperasi sekolah atau kelompok kewirausahaan tidak pada pencapaian laba (profit oriented), melainkan pada pembentukan watak dan sosok kepribadian siswa yang mandiri, berorientasi pada tugas dan bertanggung jawab, berkepemimpinan, fleksibel, inovatif, kreatif, dan berwawasan tinggi. Kompleksitas watak tersebut sangat dibutuhkan oleh siswa dalam rangka menyongsong masa depan yang semakin kompetitif dan terbuka, sejak tahun 2003 pada era globalisasi ekonomi (kawasan ekonomi bebas) khususnya dalam bidang perdagangan dan tenaga kerja di kawasan Asean dalam kerangka AFTA (Asean Free Trade Area) dan ALFA (Asean Free Labour Area) mulai diberlakukan. Berarti persaingan hidup kedepan akan semakin kompetitif dan terbuka, sehingga diperlukan kreativitas yang tinggi untuk meningkatkan kualitas, agar mampu bersaing dengan siapa pun.
Dengan berpartisipasi aktif dalam kelompok kewirausahaan, maka akan tercipta sifat-sifat positif yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi tantangan hidup dimasa yang semakin kompetitif. Sifat positif itu dapat berupa kedisplinan, kejujuran, kreatifitas, konsistensi, dan percaya diri.


Sistem Perekonomian Indonesia

Perkembangan sejarah bangsa Indonesia menggunakan sistem Demokrasi Ekonomi dengan tahapan pada tahun 1947-1959 Indonesia dengan menggunakan sistem ekonomi liberal atau kapitalis, pada tahun 1959-1965 Indonesia menggunakan sistem ekonomi pemimpin atau komando, dan pada tahun1966 sejak lahirnya orde baru sampai sekarang Indonesia menggunakan sistem ekonomi “Demokrasi Ekonomi atau Ekonomi Pancasila”.
Sistem perekonomian Indonesia (Demokrasi Ekonomi) adalah sistem ekonomi yang berkembang dari nilai khas bangsa Indonesia sendiri, yaitu dari nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sistem Demokrasi Ekonomi akan terus diperkembangkan agar sesuai dengan perkembangan bangsa Indonesia dan situasi perekonomian dunia tapi tetap berdasarkan landasan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Dengan demikian, yang menjadi asas dan landasan sistem demokrasi ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Berdasarkan asas dan landasan, maka jalannya perekonomian  Indonesia bertujuan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.  Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan peranan serta dalam partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Indonesia dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Dan pemerintah pun ikut bertanggung jawab memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap perkembangan dunia usaha, dan sebaliknya dunia usaha memberikan kontibusi yang bermanfaat atas pengarahan dan bimbingan pemerintah yang ikut serta berperan dalam menciptakan keadaan perekonomian yang kondusif.
Undang-undang Dasar yang mengatur tentang kehidupan perekonomian terdapat pada Bab XIV Pasal 33 ayat 1, 2, 3 yang berbunyi ;
  1.  bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2.  cabang-cabang produksi yang penting bagi negara danyang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia bukan sistem ekonomi yang didasarkan pada keuntungan perseorangan semata. Tetapi sistem perekonomian di Indonesia adalah suatu sistem yang mengutamakan kesejahteraan sosial dan kemakmuran rakyat banyak serta dapat meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia.
Ada beberapa ciri positif Demokrasi Ekonomi : 
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang terpenting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  4.  Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga perwakilan rakyat dan pengawasanya terhadap kebijaksanaannya.
  5. Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang antar daerah, dalam kesatuan perekonomian nasional dengan menggunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam tujuan perwujudan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.
  6.  Warga negara memiliki kebebasan memilih pekerjaan dan kehidupan yang layak.
  7.  Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  8.  Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  9.   Fakir miskin dan anak-anak terlantar dilindungi oleh negara.
Hal-hal yang harus dihindari dalam demokrasi ekonomi berdasarkan pancasila :
  1. Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas) yang mengakibatkan keuntungan sendiri terhadap manusia dan bangsa lain.
  2.  Sistem etatisme, negara bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi seta daya kreasi ekonomi di luar negara.
  3.  Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Kesimpulannya bahwa demokrasi ekonomi di Indonesia bukanlah demokrasi liberal yang tidak menitik beratkan pada kepentingan individu dan bukan ekonomi negara yang mementingkan negaranya dan mengorbankan kepentingan individu. Dengan demokrasi ekonomi di Indonesia menjamin dan mengembangkan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat, oleh karena itu bentuk monopoli harus dihindari karena dapat merusak keserasian hidup.

Rabu, 02 Maret 2011

Pada Masa Pemerintahan Indonesia Bersatu

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Pada masa pemerintahan Indonesia bersatu yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono saat ini dapat membuat perubahan dikit demi sedikit menjadi lebih baik, dari adanya pendidikan gratis, jamkesmas, dan lain-lain. Namun banyaknya masalah di Indonesia, membuat pemerintah turun tangan. Seperti masalah ancaman inflasi di Indonesia, harga-harga naik karena Bulog terlambat membeli beras petani, meski stok beras di gudang mulai menipis. menyebabkan harga beras menjadi mahal karena suplainya rendah. namun pemerintah tetap berusaha agar persediaan Bulog (CBB) cukup untuk mengoptimalkan fungsi bulog dalam menstabilkan harga. Dan seiring dengan kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah lebih aktif dengan merencanakan pengurangan penggunaan subsidi BBM pada kendaraan pribadi. Inflastruktur masih kurang seperti pemasokan listrik yang belum merata keseluruh masyarakat Indonesia. Masalah Gayus, Bank century yang belum selesai masalahnya membuat pemerintah turun tangan.
 Ada 10 tantangan utama di 2011 :
1. Inflasi akibat kenaikan harga pangan dan energi.
2. Tekanan subsidi dalam APBN dan belanja modal belum optimal.
3. Infrastruktur masih kurang, termasuk listrik.
4. Hambatan perizinan dan kepastian hukum bagi investasi
5. Penyimpangan dan korupsi, termasuk kolusi di sektor perpajakan
6. Praktik usaha pertambangan dan kehutanan yang merusak lingkungan.
7. Politik uang yang mencederai demokrasi.
8. Pelayanan bagi masyarat belum berjalan dengan baik, antara lain di bidang kesehatan dan pendidikan.
9. Perlindunan dan bantuan terhadap TKI masih lemah.
10. Daerah dan pusat belum siaga dan sigap mengatasi bencana alam.

Menghadapi tantangan yang akan datang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun meminta agar seluruh pemerintah untuk mengantisipasikan. Salah satunya meningkatkan cadangan beras yang lebih tinggi. "Karena, apabila tidak ada pemecahannya bisa berdampak pada kemiskinan dan pengangguran," kata presiden saat membuka rapat kerja tentang pelaksanaan program pembangunan tahun 2011 di Jakarta. Tantangan lain antaranya tekanan subsidi dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2011, presiden menerapkan misi pemerintah untuk melaksanakan percepatan pertumbuhan perekonomian. Sasaran pertumbuhan ekonomi yang dicapai 6,4 %, inflasi 5,3 %, pengurangan pengangguran menjadi 7 % dan angka kemiskinan sekitar 11,5 - 12,5%. Pemberantasan korupsi merupakan agenda sorotan yang paling tinggi. Semangat pemberantasan korupsi diawal pemerintahan langsung diartikulasikan dengan menerbitkan Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan Pemberantasan Korupsi. Dengan membentuk Tindak Pidana Korupsi lewat Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2005 yang ditandatangani oleh presiden Yudhoyono. Dan dengan mejalin komunikasi atau kerjasama dengan negara lain dapat saling memenuhi kebutuhan negara masing-masing.
" Kuncinya adalah apa yang sudah direncanakan jangan sampai gagal. ini pengalaman 2010, tidak ada kegagalan dalam skala luas," ucapnya.

Minggu, 09 Januari 2011

PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen yaitu tata cara atau kebiasaan kosumen dalam mengkonsumsi suatu produk, baik barang maupun jasa. Teori perilaku konsumen memiliki 2 pendekatan yaitu, teori kardinal dan teori ordinal.

- Teori kardinal beranggapan bahwa kepuasan konsumen mengkonsumsi barang atau jasa dapat diukur dengan bentuk angka-angka. Yang harus dipenuhi dalam teori kardinal adalah :
  • Rasional, artinya konsumen menggunakan akal sehat, sehingga mengkonsumsi barang yang mempunyai nilai manfaat tinggi.
  • Cardinal utility, artinya kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi barang dapat dihitung dengan angka-angka numerik.
  • Disminishing of marginal utility, artinya kemampuan barang dan jasa yang mampu memberikan kepuasan (marginal utility) kepada konsumen. Dalam teori kardinal berlaku hukum tambahan kepuasan yang semakin berkurang apabila konsumen terus menambah konsumsi barang/jasa lebih banyak. Hal ini terjadi karena tingkat kejenuhan atau kebosanan konsumen apabila mengkonsumsi dalam jumlah banyak.
- Teori ordinal dikemukakan oleh Francis Y Edgerworth. Teori ordinal beranggapan bahwa kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa tidak dapat dihitung dengan angka-angka, tetapi dapat dibandingkan yaitu dengan menentukan mana yang lebih tinggi atau mana yang lebih rendah dalam memberikan kepuasan.

Dalam kedua teori tersebut menjelaskan hubungan antara perilaku konsumsi dan kepuasan kosumen. Besar kecilnya jumlah barang yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh oleh besar kecilnya pendapatan yang diterima oleh masyarakat sebagai mana yang dikemukakan oleh JM Keynes, menjelaskan bahwa hubungan antara pendapatan danjumlah barang yang dikonsumsi, adalah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi barang/jasa.

Konsep Keynes menunjukan bahwa pendapatan merupakan penentuan bagi besar kecilnya konsumsi. Bagian pendapatan yang digunakan untuk konsumsi disebut hasrat mengkonsumsi atau Average Properties to Consume (APC). APC adalah perbandingan atau rasio antara besarnya konsumsi dan besarnya pendapatan. Secara matematis dapat dirumuskan APC = C / Y, dengan ketentuan C = konsumsi, Y = pendapatan.

Dan untuk mengetahui seberapa besar tambahan pendapatan yang digunakan untuk tambahan konsumsi, yang biasanya dikenal  dengan konsep Marginal Propensity to Consume (MPC). MPC merupakan tambahan konsumsi yang diakibatkan oleh adanya tambahan pendapatan. Rumusnya dalam bentuk persamaan :
Pendapatan = Konsumsi + Tabungan
Bagi negara seperti di Indonesia, dianjurkan agar sebanyak mungkin menggunakan teknik produksi yang padat karya. Alasanya :
  • dapat memberi lapangan kerja banyak orang
  • tidak begitu terpusat di kota besar, sehingga dapat menampung banyak orang juga di daerah pedesaan
  • tidak memerlukan investasi besar-besaran, sehingga biaya tetap ringan
  • tidak begitu bergantung pada bahan impor dan suku cadang
  • resiko rugi tidak begitu besar. 

Jumat, 07 Januari 2011

KEGIATAN-KEGIATAN EKONOMI

Dalam kegiatan ekonomi biasanya meliputi kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.
1. Kegiatan produksi
Produksi itu adalah kegiatan atau upaya menambah dan mempertinggi nilai guna pada suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bisa juga dikatakan kalau produksi merupakan proses untuk menghasilkan barang atau jasa. Kegiatan produksi dapat dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha. Dan pihak yang melakukan produksi disebut produsen. Dan kesimpulannya bahwa produksi merupakan usaha manusia untuk meningkatkan guna barang yang dapat dilakukan :

  • mengubah bentuk barang
  • memindahkan tempat
  • mengatur waktu pemakaian
  • memindahkan kepemilikan
Kegiatan produksi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang merupakan salah satu kegiatan ekonomi ini memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau meningkat penghasilan dan memenuhi kebutuhan manusia. 

Produksi yang dilakukan langsung ditempatnya proses produksi disebut pabrik, industri, dan perusahaan. Produksi dapat berupa barang maupun jasa.

  • Produksi barang adalah daya cipta dalam menambah kegunaan barang dengan menambah nilai dan bentuk barang.
  • Produksi jasa adalah daya cipta dalam menambah kegunaan tanpa merubah sifat dan bentuknya.
Produksi dapat berupa langsung dan tidak langsung.
  • Produksi langsung adalah produksi yang menggunakan aktor-faktor alam, atau produksi yang menghasilkan barang secara langsung. Produksi langsung meliputi produksi primer(usaha mendapatkan langsung dari alam, seperti pertambangan) dan produksi sekunder(usaha mendapatkan bahan mentah demi meningkatkan kegunaan barang menjadi barang lain).
  • Produksi tidak langsung adalah produksi yang menggunakan faktor-faktor turunan/hasil rekayasa manusia, seperti skill dan modal.
Produksi yang berkaitan erat dengan barang dan jasa :
  • apa yang akan diproduksi ?
  • berapa jumlah barang yang akan diproduksi ?
  • untuk siapa barang tersebut diproduksi ?
  • menggunakan teknologi apa untuk memproduksi barang barang tersebut ?
  • membutuhkan berapa tenaga kerja ?
Faktor-faktor produksinya :
  • sumber daya alam, yaitu semua sumber daya yang tersedia di alam tanpa harus diolah terlebih dahulu. misalnya, tanah, air, udara, dan lain-lain.
  • tenaga kerja, yaitu setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang maupun jasa, baik untuk diri sendiri maupun kebutuhan masyarakat. Tenaga kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga : (a) tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keahlian melalui pendidikan formal seperti dokter, guru. (b) tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki keterampilan atau keahlian khusus diperoleh dari latihan seperti supir, penata rambut. (c) tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, tenaga kerja yang memperoleh keterampilan dari pengalaman sendiri seperti buruh kasar, tukang sapu, dan lain-lain.
  • modal, yaitu setiap barang yang dihasilkan dan dapat digunakan menghasilkan barang selanjutnya.
  • pengusaha, yaitu orang yang memimpin dan bertanggungjawab terhadap kegiatan produksi.
2. Kegiatan konsumsi
Dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi dapat diartikan sempit. Konsumsi biasanya hanya berkaitan dengan makanan dan minuman. Pada hal konsumsi memiliki arti luas dari pada makanan dan minuman. Menurut nilai ekonomi, konsumsi adalah setiap kegiatan memanfaatkan atau menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.
Tujuan konsumsi adalah setiap kegiatan atau upaya yang dilakukan manusia untuk memanfaatkan atau menggunakan secara langsung barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia secara maksimal.

3. Kegiatan distribusi
Distribusi merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Konsumen menerima barang dan jasa bisa secara langsung maupun melalui perantara (bukan oleh produsen). Orang yang melakukan distribusi disebut distributor.
Distribusi bertujuan untuk melancarkan arus barang dan jasa dan mendekatkan barang dan jasa kepada konsumen.
Sistem distribusi adalah cara-cara yang dilakukan untuk menyalurkan barang dan jasa sampai ketangan konsumen yang membutuhkan. Sistem distribusi dapat dilakukan dengan tiga cara :
  • distribusi langsung adalah kegiatan penyaluran barang/jasa yang dilakukan secara langsung dari produsen kepada konsumen. Misalnya, petani menjual langsung hasilnya kepada konsumen.
  • distribusi tidak langsung adalah kegiatan penyaluran barang/jasa yang dilakukan oleh produsen kepada konsumen melalui perantara. Misalnya, produsen menjual barang/jasa melalui agen, pengecer, grosir, dan lain-lain.
  •  distribusi semi langsung adalah kegiatan penyaluran barang/jasa yang dilakukan oleh produsen kepada konsumen melalui saluran milik perusahaan (produsen) sendiri. Misalnya, agen sepatu, agen jamu, dan lain-lain.

Rabu, 05 Januari 2011

SISTEM EKONOMI

Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai suatu susunan dari unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja sama sebagai suatu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap negara berbeda-beda dalam membuat keputusan tentang masalah-masalah tersebut. Hal ini tergantung oleh sistem ekonomi yang dianut oleh negara tersebut. Sistem ekonomi yang dianut suatu negara dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian yang dimiliki negara.

Macam-macam sistem ekonomi seperti : 
1. Sistem ekonomi tradisional
merupakan sistem ekonomi yang dasar, pola pemikiran dalam mengelolah faktor-faktor produksi sangat               terbatas disebabkan oleh terbatasnya keahlian maupun modalnya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional itu seperti :
- belum adanya pembagian kerja
- transaksi/pertukaran melalui barter
- jenis produk ditentukan oleh kebutuhan dan masyarakat bersifat kekeluargaan. 
Sistem ekonomi ini memiliki kelebihan yaitu :
- sistem ekonominya sederhana, tidak rumit.
- terdapat kerjasama antara konsumen dan produsen.
Dan beberapa kekurangannya :
- belum ada pembagian kerja
- pertukaran dengan cara barter 

2. Sistem ekonomi komando
dalam sistem ekonomi ini, pemerintah mempunyai kekuasaan terbesar terhadap faktor-faktor produksi.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando itu seperti :
- semua alat dan sumber produksi milik negara
- segala kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan sepenuhnya berada ditangan pemerintah
- jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
Sistem ekonomi ini memiliki kelebihan yaitu :
- pemerintah bertanggungjawab penuh terhadap perekonomian
- mudah dalam pengawasan dan pengendalian
- relatif mudah dalam pemerataan pendapatan dan pengendalian harga
- relatif mudah menentukan dan melaksanakan produksi dan distribusi.
Dan beberapa kekurangannya :
- kurang dihargai karya cipta pribadi, sehingga potensi dan kreasi tidak berkembang dan cenderung mati
- konsumen tidak selalu mendapatkan barang yang diinginkan
- kesulitan dalam menghitung semua kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya produksi.

3. Sistem ekonomi pasar bebas
sistem ekonomi ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. 
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas itu seperti :
- semua alat dan sumber produksi berada ditangan masyarakat/perusahaan-perusahaan
- adanya pembagian kelas dalam masyarakat yaitu kelas pemilik dan kelas pekerja, 
- adanya persaingan diantara pengusaha karena setiap orang diberikan kebebasan memiliki dan berusaha maka persaingan antar pengusaha tidak dapat dihindari.
Sistem ekonomi ini memiliki kelebihan yaitu :
- setiap individu bebas mengatur perekonomiannya dan tidak menunggu perintah dari pemerintah
- setiap individu bebas memiliki peralatan produksi
- produksi berdasarkan apa yang dibutuhkan masyarakat.
Dan beberapa kekurangannya :
- menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat
- tidak adanya pemerataan pendapatan karena setiap orang berlomba-lomba mencari keuntungan besar
- adanya kerugian yang disebabkan oleh pihak luar pasar.

4. Sistem ekonomi campuran
merupakan sistem ekonomi yang banyak digunakan oleh kebanyakan negara, karena sistem ekonomi ini yang ditandai oleh ke ikutsertaan pemerintah dalam hal menentukan dan mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakatnya. Walaupun banyak negara yang menganut sistem ekonomi campuran, tetapi tidak berarti bahwa sistem disetiap negara sama antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. Perbedaan itu tetap ada, sebab masing-masing negara mempunyai proporsi yang berbeda-beda dalam mengambil keputusan ekonomi komando atau ekonomi pasar.
Sistem ekonomi ini memiliki kelebihan yaitu :
- kegiatan ekonomi diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
- pemerintah terlibat langsung dan mendirikan perusahaan dan menyediakan barang dan jasa yang vital bagi masyarakat
- pemerintah mengambil kebijakan pajak dan anggaran.

  


Minggu, 26 Desember 2010

SALESMANSHIP

Di dalam dunia perdagangan Salesmanship diartikan sebagai "kemampuan untuk menjual sesuatu dan di beli orang". Namun "Salesmanship" tidak hanya dalam dunia perdagangan saja, karena seorang penjual tidak hanya menjual barang dan jasa, tetapi secara umum dapat menjual kemampuan dirinya, artinya menunjukkan, memperlihatkan dan membuktikan (mampu berbuat sesuatu, menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain). Pada dasarnya "Salesmanship ini bertujuan untuk melalui dirinya sendiri dapat mendorong, mempengaruhi, dan meyakinkan orang lain supaya mengikuti kehendaknya.
 Dalam "Salesmanship" kita akan menghadapi hal-hal seperti berikut ini :
Apakah yang kita jual?
Pelayanan apa yang kita sediakan?
Siapa pembelinya?
Siapa saingan kita?
 Dari keempat pertanyaan diatas kita harus menjawab dengan sejelas-jelasnya. Apabila kita sudah yakin dan pasti akan jawaban itu dan dapat dipertahankan, maka dapat dimulai untuk menjadi "Salesman". Salesman yang berhasil dan untuk mempercepat keberhasilan kita, maka kita harus memperhatikan hal-hal seperti berikut :

- Mencintai pekerjaan
Bagi seseorang yang ingin cepat berhasil dalam menuju sukses, hal pertama yang paling penting yaitu mencintai pekerjaannya.

- Berpenampilan menarik
Karena tugas salesman menjual kepada orang, maka hendaknya selalu berpenampilan menarik. Misalnya, cara berpakaian, berbicara, senyum dan sebagainya.

- Pandai berbicara
Keterampilan berbicara ini adalah hal yang paling penting bagi perkembangan karier Salesman.Yang dimaksugd pandai berbicara disini, bukan pandai menggoda, menipu, membohongi, tetapi yang dimaksud adalah kepandaian kita untuk menjual produk yang dipasarkan. Apa yang kita ucapkan harus benar sesuai, karena meraka akan menjadi calon langganan kita.
 
- Murah senyum dan selalu ceria
Sifat murah senyum dan selalu ceria dengan rasa penuh optimis, akan dapat membuat suasana menjadi senang. 
 
- Pandai bergaul
Sebagai seorang Salesman, kita harus berusaha agar banyak dikenal orang maupun masyarakat luas. Kita harus bergaul dengan tidak membeda-bedakan antara orang yang stu dengan yang lainnya.

- Bersikap jujur
Seorang Salesman harus berprikebadian dan bersifat jujur. Karena sekali kita tidak jujur, selamanya orang tidak percaya lagi kepada kita.

-Berlaku hati-hati
Kita harus berhati-hati dalam bertindak agar mendapatkan hasil yang sempurna dan memuaskan.

- Harus sebagai Businesman
Kita harus cepat dalm memperhitungkan untung atau ruginya suatu tindakan, karena kita mempratekan tindakan dengan prinsip-prinsip bisnis dalam keseluruhan kegiatan kita.

- Harus kreatif, kritis dan banyak akal
Kita harus dengan mudah mengurangi secepat mungkin masalah yang sedang dihadapi, jangan bingung tetapi selalu tenang, berpkir jernih dalam menghadapi sesuatu masalah.

- Menggunakan imajinasi dan strategi
Kita harus merencanakan sesuatu sebagai jalan alternatif. 

- Memiliki disiplin
Sifat disiplin seorang Salesman merupakan kunci kesuksesan. 

- Hemat dan punya motivasi 
Apabila kita sudah berhasil dan mendapatkan penghasilan, kita harus hemat dan bermotivasi kelanjutan untuk menuju sukses.