Sabtu, 21 Mei 2011

INDUSTRIALISASI

Pada sekitar tahun 1920-an industri-industri modern di Indonesia semuannya dimiliki oleh orang asing meskipun jumlahnya relatif sedikit. Industri kecil yang ada pada masa itu berupa industri rumah tangga seperti penggilingan padi, tekstil dan sebagainya. Tenaga kerja terpusat disektor pertanian dan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan ekspor pemerintah kolonial. Perusahaan besar modern hanya ada dua buah, itupun dimiliki oleh orang asing yaitu seperti pabrik rokok milik British American Tobacco dan perakitan kendaraan bermotor General Motor Car Assembly. Pada tahun 1930-an menurunnya keadaan perekonomian, pnerimaan ekspor turun dari 1.448 juta Gulden (tahun 1929) menjadi 505 juta Gulden (tahun 1935) sehingga mengakibatkan banyaknya penganguran. Situasi ini mendorong pemerintah untuk mengubah sistem dan pola kebijaksanaan ekonomi dengan memberikan kemmudahan dalam pemberian izin dan fasilitas dalam pendirian industri baru.
Menurut sensus industri pada tahun 1939, industri yang ketika itu dapat memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 173 ribu orang yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan tekstil serta barang-barang logam, semuanya milik orang asing. Meskipun sumber dan struktur investasi pada masa itu tidak terkoordinasi denan baik, tetapi menurut sebuah taksiran, stok investasi total di Indonesia pada tahun 1937 lebih kurang sebesar US$2.264 juta, lebih dari separuhnya (US$1.411 juta) dimiliki oleh sektor swasta.
Pada masa Perang Dunia II kondisi industrialisasi cukup baik. Namun keadaaanya berbalik semasa pendudukan Jepang. Yang disebabkan oleh adanya larangan impor bahan mentah, diangkutnya barang-barang kapital ke Jepang dan memaksa tenaga kerja (romusha) sehingga investasi asing menjadi nihil. Lima belas tahun setelah merdeka, Indonesia menjadi negara yang mengimpor besar barang-barang kapital dan teknologi, serta mulai memprioritas pengembangan sektor industri dan menawarkan investasi asing. Akibat kebijaksanaan itu, penanaman modal asing mulai berdatangan meskipun masih dalam masa percobaan.
Pemberlakuan dua undang-undang baru dalam bidang penanaman modal yakni pada tahun 1967 untuk PMA dan pada tahun 1968 untuk PMDN, ternyata mampu dapat membangkitkan kegiatan sektor industri. Industri-industri baru mulai tumbuh, utamanya industri substitusi impor.    

Konsep dan tujuan industrialisasi
Industrialisasi adalah suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi. Industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
(1) Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
(2) Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
(3) Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
(4) Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
(5) Meningkatkan kemampuan teknologi.
(6) Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
(7) Meningkatkan penyebaran industri.

Faktor-faktor Pendorong Industrialisasi
  • Kemampuan teknologi dan inovasi
  • Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita
  • Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri. Negara yang awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti baja, semen, kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan mengalami proses industrialisasi lebih cepat.
  • Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Indonesia dengan 200 juta orang menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi.
  • Cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan insentif yang diberikan.
  • Keberadaan SDA. Negara dengan SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi.
  •  Kebijakan/strategi pemerintah seperti tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri orientasi ekspor.

 Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Nasional

Perusahaan manufaktur merupakan faktor utama perkembangan industri di sebuah negara. Perkembangan industri manufaktur di sebuah negara juga dapat digunakan untuk melihat perkembangan industri secara nasional di negara itu. Perkembangan ini dapat dilihat baik dari aspek kualitas produk yang dihasilkannya maupun kinerja industri secara keseluruhan. Sejak krisis ekonomi dunia yang terjadi tahun 1998 dan menurunnya keadaan perekonomian nasional, perkembangan industri di Indonesia secara nasional belum memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan perkembangan industri nasional, khususnya industri manufaktur, lebih sering terlihat merosot ketimbang grafik peningkatannya. Industri manufaktur masa depan adalah industri-industri yang mempunyai daya saing tinggi, yang didasarkan tidak hanya kepada besarnya potensi Indonesia (comparative advantage), seperti luas bentang wilayah, besarnya jumlah penduduk serta ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga berdasarkan kemampuan atau daya kreasi dan keterampilan serta profesionalisme sumber daya manusia Indonesia (competitive advantage).
Permasalahan Industrialisasi
Industri manufaktur di LDCs lebih terbelakang dibandingkan di DCs, hal ini karena :
1. Keterbatasan teknologi.
2. Kualitas Sumber daya Manusia.
3. Keterbatasan dana pemerintah (selalu difisit) dan sektor swasta.
4. Kerja sama antara pemerintah, industri dan lembaga pendidikan & penelitian masih rendah.
Strategi Pembangunan Sektor Industri
Strategi substitusi impor (Inward Looking). Pertimbangan menggunakan strategi ini:
  • Sumber daya alam & Faktor produksi cukup tersedia
  • Potensi permintaan dalam negeri memadai.
  • Sebagai pendorong perkembangan industri manufaktur dalam negeri.
  • Kesempatan kerja menjadi luas
  • Pengurangan ketergantungan impor

Strategi promosi ekspor (outward Looking)
Beorientasi ke pasar internasional dalam usaha pengembangan industri dalam negeri yang memiliki keunggulan bersaing. Rekomendasi agar strategi ini dapat berhasil :
  1. Pasar harus menciptakan sinyal harga yang benar yang merefleksikan kelangkaan barang yang bisa baik pasar input maupun output.
  2. Tingkat proteksi impor harus rendah.
  3. Nilai tukar harus realistis.
  4. Ada insentif untuk peningkatan ekspor.  

1 komentar:

  1. Jika Anda melihat skenario saat ini sehubungan dengan hibah untuk ekspansi usaha kecil, pemerintah federal sebenarnya tidak menawarkan hibah langsung. Namun demikian, ada beberapa program oleh pemerintah, di mana hibah untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang mungkin dilakukan oleh usaha kecil disediakan oleh SBA. Kemudian ada hibah tidak langsung dalam bentuk jaminan pinjaman usaha kecil serta pinjaman bersubsidi, di mana Anda mendapatkan pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari bank karena pemerintah membayar sebagian dari pinjaman Anda. Atau jika Anda gagal membayar pinjaman Anda, pemerintah membayar bank atas nama Anda. Seperti yang Anda lihat, ada banyak peluang untuk pendanaan usaha kecil dan hibah melalui Mr Pedro dan perusahaan pendanaannya. Mereka menawarkan pinjaman pada tingkat 2% yang sangat terjangkau. Sebagai pemilik bisnis pemula, Anda hanya perlu berusaha untuk menemukan yang paling sesuai dengan tujuan bisnis Anda.
    Hubungi Tuan Pedro di pedroloanss@gmail.com / Teks WhatsApp: +1 863 231 0632 untuk pinjaman.
    Semua yang terbaik!

    BalasHapus